Selasa, 08 Juni 2010

letupan-letupan emosi

Kegersangan yang dulu merambah
terhujani gemercik air dari atap
Denyut nadi bumi perlahan berdetak
Diikuti detakan jantung tak tak… tak

Sudah lama tidak terasakan perasaan membuncah
Memuncak gunung menunggangi awan menyusuri selokan
tergelak Terbahak-bahak

Desau rindu terus meracau
Letupan nafsu birahi berkicau
ku hanya diam mengacau

tergeletak kepingan serpihan yg lalu
tergerak meledak-ledak bersama erosi
membetontak letupan-letupan emosi

lagi-lagi saya diperdayai walau masih samar-samar
diperdayai semua sel begian tubuh
tapi tak kuindahkan semuanya kekasih
anda adalah cinta yang menjelma
dalam aorta dan vena

Tidak ada komentar:

Posting Komentar