Jumat, 11 Juni 2010

hujan

Hujan adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer yang berbentuk cairan. Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula.

permulaan yang tidak penting ya tapi lumayanlah. mengingat hari ini hujan terus datang bergerombol tak kenal henti tak kenal malu. hujan hujan dan hujan. oh tuhan, aku dan hujan mempunyai sedikit masalah. hujan si presipitasi air yg menyebalkan, memancing ingatan kenangan. hmmmmm sedikit menyentuh, kebanyakan memuakan, tapi selalu diharapkan. aneh? ya sudah jelas ini memang aneh.

sesuatu dalam kepala memutar, otak menyambung kembali sel-sel yang terpisah perlahan demi perlahan saling mengikat. mencoba memutar kembali waktu walau hanya dalam kepalaku.

Duduk sendiri tak kenal siapapun tak kenal apapun. Aku masuk dalam gravitasi baru, dan yang paling menyebalkan aku harus menyesuaikan diri… lagi. Entah sejak kapan aku tersadarkan, dalam ruang gravitasi itu dia selalu membuatku tertarik, Memincingkan mata. Oh ya dia wanita.

Menit ke menit aku hanya bisa pandangi. Keelokan paras yang tak dapat kujamah atau kudekati.

Hari ke hari beragam prosa ku jelajahi. Puisi dan cerita pendek jadi makanan sehari-hari untuk mendeskripsi dirimu hari ini.

Bulan demi bulan berganti, aku masih saja tak punya cukup nyali. Hanya untuk sekedar bertanya lidahku kelu.

Setahun berlalu dia disamping tersenyum. Tak percaya dan kubangunkan mata. Blaaassssh semua mengabur, secepat kau tersenyum. Ku berlari dalam kepala mencari file berjudul “ingatan” , mencoba menghapus beberapa bagian. kutemukan hanya puing-puing bertabrakan.

Dan akhirnya setelah bertahun-tahun aku hanya bisa menatap membisu. Sedari awal aku tahu, aku jatuh cinta sendirian.

Selasa, 08 Juni 2010

letupan-letupan emosi

Kegersangan yang dulu merambah
terhujani gemercik air dari atap
Denyut nadi bumi perlahan berdetak
Diikuti detakan jantung tak tak… tak

Sudah lama tidak terasakan perasaan membuncah
Memuncak gunung menunggangi awan menyusuri selokan
tergelak Terbahak-bahak

Desau rindu terus meracau
Letupan nafsu birahi berkicau
ku hanya diam mengacau

tergeletak kepingan serpihan yg lalu
tergerak meledak-ledak bersama erosi
membetontak letupan-letupan emosi

lagi-lagi saya diperdayai walau masih samar-samar
diperdayai semua sel begian tubuh
tapi tak kuindahkan semuanya kekasih
anda adalah cinta yang menjelma
dalam aorta dan vena

katanya jatuh cinta

Jatuh cinta itu walau hidup sedang busuk dan tak bergairah, kemurnian yang cinta berikan selalu menimbulkan gelora. Seperti hujan yang datang untuk membersihkan semua kotoran dan meniupkan kembali kehidupan.

jatuh cinta Layaknya petir yang menyetarakan muatan perbedaan langit dan bumi. Cinta menyetarakan harapan dan putus asa, impian dan rintangan, pencapaian dan kegagalan, rasa senang dan sedih, rasa ingin terus hidup dan rasa ingin mati.

jatuh cinta layaknya ombak yg bergulung konsisten. begitu indah sekaligus menyesatkan seakan tenang namun penuh buaian. memancing mata tuk mendekatkan terus mendekat semakin jauh semakin dalam. ketika kau sadar semua terlambat. kamu hanyut dan tenggelam mengikuti arus keindahan.

jatuh cinta merupakan kutub positif yg sangat ekstrim berbanding lurus dengan benci yg merupakan kutub negatif yg sangat ekstrim pula. kedua titik kutub ekstrim saling tarik menarik sekaligus saling tolak menolak. pusing? ya cinta dan benci memang serumit itu. bahkan lebih rumit. seperti mencari setangkai jarum di kota jerami.

jatuh cinta ya jatuh cinta.